Pages

Sunday, December 9, 2012

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR


BAB I
PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap bebagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit
Mengingat pentingnya epidemiologi dalam pelayanan kesehatan dan bahkan juga dalam penelitian dan pengembangan ilmu serta teknologi kesehatan, maka amat diharapkan kiranya setiap petugas kesehatan dapat mempelajari serta memahami epidemiologi tersebut. Oleh karena itu penulis membuat makalah ini selain untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen, juga agar dapat dimanfaatkan, dipelajari, dan dipahami oleh pembaca dengan sebaik-baiknya, dan makalah ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
B.     Tujuan
1.      Tujuan Umum
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memahami tentang epidemiologi penyakit menular.
2.      Tujuan khusus
a.       Dapat mengetahui tentang pengertian epidemiologi
b.      Dapat mengetahui tentang pengertian epidemilogi penyakit menular
c.       Dapat mengetahui manfaat dari epidemilogi penyakit menular 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengantar
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap bebagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.
B.     Tiga Kelompok Utama Penyakit Menular
1.      Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi.
2.      Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama
3.      Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.
C.    Tiga Sifat Utama Aspek Penularan Penyakit Dari Orang Ke Orang
1.      Waktu Generasi (Generation Time)
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan.
Perbedaan masa tunas denga wakru generasi yaitu Masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, waktu generasi ialah waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik atau terselubung.
2.      Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
Adalah tingkat kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan atau penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu berdasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut.
Herd Immunity merupakan faktor utama dalam proses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu.
Wabah terjadi karena 2 keadaan:
-          Keadaan kekebalan populasi yakni suatu wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut atau kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah lama absen dalam populasi tersebut.
-          Bila suatu populasi tertutup seperti asrama, barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung, masuknya sejumlah orang-orang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi tsb. Ex: Asrama mahasiswa/tentara.
3.      Angka Serangan (Attack Rate)
Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu di kalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki risiko atau kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Formula angak serangan ini adalah banyaknya kasus baru (tidak termasuk kasus pertama) dibagi dengan banyaknya orang yang peka dalam satu jangka waktu tertentu.
Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancamam dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, sistem hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.
D.    Manifestasi Klinik Secara Umum
  1. Spektrum Penyakit Menular
Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat atau meninggal dunia.
Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal. Penyembuhan dapat lengkap atau dapat berlangsung jinak (mild) atau dapat pula dengan gejala sisa yang berat (serve sequele).
2.      Infeksi Terselubung (Tanpa Gejala Klinis)
Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakkan diri secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat didiagnosa tanpa cara tertentu seperti test tuberkulin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibodi dalam tubuh dll.
Untuk mendapatkan perkiraan besar dan luasnya infeksi terselubung dalam masyarakat maka perlu dilakukan pengamatan atau survai epidemiologis dan tes tertentu pada populasi. Hasil survai ini dapa digunakauntuk pelaksanaan program, keterangan untuk kepentingan pendidikan.
E.     Gambar Penyebaran Karakteristik Manifestasi Klinik Dari Tiga Jenis Penyakit Menular
1.      Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung)
Kelompok penyakit dengan keadaan lebih banyak penderita tanpa gejala atau hanya gejala ringan saja, tidak tampak pada berbagai tingkatan, patogenisitas rendah. Contoh, Tuberkulosis, Poliomyelitis, Hepatitis A

2.      Lebih banyak dengan gejala klinik jelas
Kelompok dengan bagian terselubung kecil, sebagian besar penderuta tampak secara klinis dan dapat dengan mudah didiagnosa, karena umumnya penderita muncul dengan gejala klasik. Contoh :Measles, chickenpox
3.      Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian
Kelompok penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang umumnya berakhir dengan kelainan atau berakhirnya dengan kematian,
Contoh: Rabies
F.     Komponen Proses Penyakit Menular
Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat faktor yang memegang peranan penting :
1.      Faktor penyebab atau agent yaitu organisme penyebab penyakit
2.      Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources
3.      Cara penularan khusus melalui mode of transmission
Unsur penyebab dikelompokkan dalam :
  1. Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis, dll.
  2. Kelompok cacing/helminth baik cacing darah maupun cacing perut.
  3. Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll.
  4. Fungus atau jamur baik uni maupun multiselular.
  5. Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia.
  6. Virus sebagai kelompok penyebab yang paling sederhana.
Sumber penularan
  1. Penderita
  2. Pembawa kuman
  3. Binatang sakit
  4. Tumbuhan/benda
Cara penularan
1.      Kontak langsung
2.      Melalui udara
3.      Melalui makanan atau minuman
4.      Melalui vector
Keadaan pejamu
  1. Keadaan umum
  2. Kekebalan
  3. Status gizi
  4. Keturunan
Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke pejamu melalui :
  1. Mukosa atau kulit
  2. Saluran pencernaan
  3. Saluran pernapasan
  4. Saluran urogenitalia
  5. Gigitan, suntikan, luka
  6. Placenta
Interaksi Penyebab dengan Pejamu
  1. Infektivitas
Infektivtas adalah kemampuan unsur penyebab atau agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu.
2.      Patogenesis
Patogenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala klinis yang jelas
3.      Virulensi
Virulensi adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang berat terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas.
4.      Imunogenisitas
Imunogenisitas adalah suatu kemampuan menghasilkan kekebalan atau imunitas
5.      Mekanisme Patogenesis
a.       Invasi jaringan secara langsung
b.      Produksi toksin
c.       Rangsangan imunologis atau reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu
d.      Infeksi yang menetap (infeksi laten)
e.       Merangsang kerentanan pejamu terhadap obat dalam menetralisasi toksisitas
f.       Ketidakmampuan membentuk daya tangkal (immuno supression)
G.    Sumber Penularan
1.      Manusia sebagai reservoir
Kelompok penyakit menular yang hanya dijumpai atau lebih sering hanya dijumpai pada manusia. Penyakit ini umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya dapat menimbulkan penyakit pada manusia saja.
2.      Reservoir binatang atau benda lain
Selain dari manusia sebagai reservoir maka penyakit menular yang mengenai manusia dapat berasal dari binatang terutama yang termasuk dalam kelompok penyakit zoonosis.
Beberapa penyakit Zoonosis utama dan reservoir utamanya
  1. Pes (plaque) Tikus
  2. Rabies (penyakit anjing gila Anjing
  3. Bovine Tuberculosis Sapi
  4. Thypus, Scrub & Murine Tikus
  5. Leptospirosis Tikus
  6. Virus Encephlitides Kuda
  7. Trichinosis Babi
  8. Hidatosis Anjing
  9. Brocellossis Sapi, kambing
Melihat Perjalanan penyakit pada pejamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis:
1.      Healthy carrier (inapparent), “Mereka yang dalam sejarahnya tidak pernah menampakkan menderita penyakit tersebut secara klinis akan tetapi mengandung unsur penyebab yang dapat menular kepada orang lain”.
2.      Incubatory carrier (masa tunas), “Mereka yang masih dalam masa tunas tetapi telah mempunyai potensi untuk menularkan penyakit”.
3.      Convalescent carrier (baru sembuh klinis), “Mereka yang baru sembuh dari penyakit menular tertentu tetapi masih merupakan sumber penularan penyakit tersebut untuk masa tertentu”.
4.      Chronis carrier (menahun), “Merupakan sumber penularan yang cukup lama”.
Manusia dalam kedudukannya sebagai reservoir penyakit menular dibagi dalam 3 kategori utama:
1.      Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita
2.      Reservoir yang dapat sebagai penderita maupun sebagai carrier
3.      Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke pejamu potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hidup
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap bebagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.
Tiga kelompok utama penyakit menular:
1.      Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi.
2.      Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama
3.      Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.
B.     Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan di atas maka, penulis mengajukan beberapa saran yang ditujukan kepada diri saya sendiri dan mengajak kepada teman-teman maupun pembaca lain untuk menjadi bahan pertimbangan dan masukan demi meningkatkan mutu dan kualitas kita sebagai seorang perawat. Yaitu: Perlunya mempelajari secara mendalam tentang epidemiologi penyakit menular. 
DAFTAR PUSTAKA
Budiarto, eko.2003. Pengantar epidemiologi.jakarta: penerbit buku kedokteran egc
Bustan mn ( 2002 ). Pengantar epidemiologi, jakarta, rineka cipta
Nasry, nur dasar-dasar epidemiologi
Arsip mata kuliah fkm unhas 2006

No comments:

Post a Comment