iklan

Saturday, September 24, 2016

MAKALAH EVAKUASI BENCANA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berdasarkan pengamatan selama ini, kita lebih banyak melakukan kegiatan pasca bencana (post event) berupa emergency response dan recovery daripada kegiatan sebelum bencana berupa disaster reduction/mitigation dan disaster preparedness. Padahal, apabila kita memiliki sedikit perhatian terhadap kegiatan-kegiatan sebelum bencana, kita dapat mereduksi potensi bahaya/ kerugian (damages) yang mungkin timbul ketika bencana.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan sebelum bencana dapat berupa pendidikan peningkatan kesadaran bencana (disaster awareness), latihan penanggulangan bencana (disaster drill), penyiapan teknologi tahan bencana (disaster-proof), membangun sistem sosial yang tanggap bencana, dan perumusan kebijakan-kebijakan penanggulangan bencana (disaster management policies)
Secara umum kegiatan manajemen bencana dapat dibagi dalam kedalam tiga kegiatan utama, yaitu:
1.      Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatan dini;
2.      Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan tanggap darurat untuk meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR), bantuan darurat dan pengungsian;
3.      Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian evakuasi korban
2.      Untuk mengetahui cara mengevakuasi korban
BAB II
PEMBAHASAN

Evakuasi adalah upaya pemindahan korban dari lokasi kejadian yang berbahaya ke tempat yang memadai untuk diberi pertolongan atau untuk ditindaklanjuti dengan kondisinya guna kelangsungan hidupnya. Dalam melakukan evakuasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu situasi dan kondisi dalam evakuasi, kondisi korban dan kondisi penolong sendiri. Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan evakuasi yaitu kontrol keadaan korban secara medis, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi trauma korban. Ketiga keadaan tersebut pada akhirnya mengharuskan kita untuk memilih maneuver evakuasi yang
khas, seperlunya, dengan tidak membuang waktu.
1.      Aturan umum tentang evakuasi : 
a.       Perhatikan kondisi korban, apakah mengalami cedera atau trauma yang membutuhkan kehati-hatian dalam pengevakuasian.
b.      Bila mungkin, terangkan kepada korban apa yang akan dilakukan, agar dapat bekerjasama.
c.       Jangan pindahkan korban sendiri kalau bantuan belum tersedia.
d.      Jika beberapa orang melakukan evakuasi, 1 orang memberikan komando
e.       Angkat dan bawa korban dengan benar agar tidak mengalami cedera otot/sendi
f.       Jangan abaikan keselamatan penolong sendiri.
2.      Aturan dalam mengangkat dan menurunkan korban :
a.       Tempatkan posisi kaki senyaman mungkin, salah satu kaki ke depan guna menjaga keseimbangan
b.      Tegakkan badan dan tekukkan lutut
c.       Pegang korban / balut dengan seluruh jari tangan
d.      Usahakan berat korban yang diangkat dekat dengan penolong
e.       Jika kehilangan keseimbangan / pegangan, letakkan korban, atur posisi kembali, lalu mulai kembali mengangkat.
3.      Hal-hal yang harus diperhatikan bila membawa korban dengan tandu :
a.       Tandu diperiksa dari kerusakan, dicoba apa mampu menahan berat korban
b.      Korban tidak sadar yang dibawa ke tempat jauh, sebaiknya selalu diikat
c.       Penolong yang paling berpengalaman, memberi komando untuk tiap gerakan
d.      Kaki korban selalu di depan, kecuali pada keadaan :
1)      Korban, cedera tungkai berat menuruni tangga / turun di tempat yang miring
2)      Korban hipotermia, menuruni tangga/turun di tempat yang miring
3)      Korban dengan stroke/kompresi otak tidak boleh di angkat dengan kepala lebih rendah dari kaki
4.      Cara mengusung korban : 
a.       Mengusung untuk jarak dekat cara menarik penderita untuk jarak pendek Cara ini hanya dilakukan apabila sudah pasti tidak ada tanda-tanda patah tulang leher, tulangBelakang, tulang tengkorak, dan gegar otak.
b.      Tongkat manusia
1)      Anda berdiri di samping korban pada sisi yang cedera atau lemah. Lengannya dilingkarkan di bahu anda dan peganglah tangan atau pergelangan tangannya.
2)      Lengan anda yang satu lagi melingkar di pinggang korban,
dan pegang baju atau pinggangnya.
3)      Langkahkan kaki yang sebelah dalam dan berjalan
disesuaikan dengan kecepatan korban. Tongkat atau dahan kayu dapat menjadi penompang tambahan. Korban harus ditenangkan.
4)      Mengusung korban yang sadar tetapi tidak dapat
berjalan sendiri
 BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Evakuasi adalah upaya pemindahan korban dari lokasi kejadian yang berbahaya ke tempat yang memadai untuk diberi pertolongan atau untuk ditindaklanjuti dengan kondisinya guna kelangsungan hidupnya. Dalam melakukan evakuasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu situasi dan kondisi dalam evakuasi, kondisi korban dan kondisi penolong sendiri. Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan evakuasi yaitu kontrol keadaan korban secara medis, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi trauma korban.
B.     Saran
Setelah membaca makalah ini penulis menyarankan agar pembaca dapat memahami tentang gejala, penyebab fraktur sehingga dapat membuat kita lebih hati-hati dalam bekerja ataupun melakukan aktifitas sehari-hari serta dapat membantu pasien fraktur .
DAFTAR PUSTAKA