Pages

Thursday, November 20, 2014

FLU BABI

BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Virus flu yang telah dianggap sebagai salah satu trickiest diketahui kedokteran karena terus perubahan bentuk sehingga eluding yang antibodies pelindung orang-orang yang mungkin telah dikembangkan dalam menanggapi sebelumnya eksposur ke influenza atau untuk vaksin influensa. Setiap dua atau tiga tahun virus undergoes perubahan kecil. Tetapi pada interval kirakira satu dekade, setelah besar dari populasi dunia telah mengembangkan beberapa tingkat perlawanan terhadap perubahan kecil ini, ia undergoes perubahan besar yang memungkinkan untuk dengan mudah menulari populasi di seluruh dunia, sering menjangkiti ratusan juta orang yang memiliki antibodi defenses tidak dapat menolak itu.Virus influenza yang juga telah dikenal untuk mengubah bentuk yang lebih singkat selama jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, selama pandemi flu Spanyol, gelombang awal penyakit relatif ringan, sedangkan gelombang kedua dari satu tahun kemudian penyakit ini sangat mematikan.
B.         Tujuan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat mencapai beberapa tujuan dalam memahami upaya penanggulangan penyakit flu babi, yakni sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian flu babi
2.      Untuk mengetahui manifestasi flu babi
3.      Untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan penyakit flu babi
4.      Untuk mengetahui bagaimana cara pengobatan flu babi 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Flu babi adalah penyakit alat pernapasan yang seng kali secara enzootic/endemic kejadian penyakit dalam periode tertentu pada suatu daerah yang sering kali terjadi pada kasus penyakit dalam jumlah yang selalu relative sama dan biasa terjadi. Namun demikian kasus flu babi yang terjadi pada manusia saat ini sudah bersifat pandemic (penyakit sudah tersebar ke mancanegara). Menurut situs Center for Control and Prefention (CDC) AS, normalnya virus flu babi hanya berjangkit pada babi dengan kematian rendah. Namun secara sporadic terjadi infeksi pada manusia.
B.     Manifestasi
Pada waktu terjadi wabah flu babi di suatu peternakan babi, bolah dikatan hampir seluruh populasi babi dipeternakan tersebut menjadi sakit secara bersamaan.epidemi umumnya terjadi dimusim dingin dengan babi muda umumnya menderita sakit yang berat. Babi penderita influenza akan mengalami demam, depresim batuk-batuk, bersin-bersin, sulit bernapas, mata mengalami keradangan sehingga berwarna merah dan terganggu nafsu makannya. Sesudah itu babi akan mengalami gangguan pernapasan akut berupa batuk-batuk hebat, bersin-bersin, pernapasan perut yang tidak teratur. Mata dan hidung yang sakit akan selalu mengeluarkan cairan. Pada beberapa babi yang bunting mengalami abortus. Sebagian besar babi akan sembuh kembali dalm waktu 6 hari, dengan kematian hanya terjadi 1% dari babi yang sakit. Kemtian biasanya terjadi pada anak babi atau jika terjadi gangguan pernapasan yang berat.
Pada manusia terinfeksi flu babi H1N1 sebagian kecil yang menimbulkan gejala klinis berupa gejala klinis influenza yang umum terjadi, yaitu demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit seluruh badan, sakit kepala, menggigil dan rasa lelah. Selain itu penderita juga mengalami diare dan muntah-muntah. Pada pandemi tahun 2009, penyebabnya bukanlah virus H1N1 ynag zoonotik karena penularan pada manusia tidak berasal dari babi, melainkan dari manusia ke manusia. Pada flu babi dengan gejala klinis yang berat, hal ini disebabkan oleh terjadinya pneumonia yang umumnya merupakan penyebab kematian penderita.
C.    Pencegahan
            1.      Pencegahan pada Babi
Mengatur manajemen pemeliharaan dengan mengatur suhu kandang, melakukan deisnfektan, memisahkan babi sakit dari yang sehat dan melakukan vaksinasi babi.
            2.      Pencegahan pada manusia
Tindakan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain dari penularan flu babi dianjurkan oleh WHO misalnya memakai masker jika sedang menderita flu, menunda perjalanan atau bepergian jika sedang sakit flu.
Mencegah penularan flu babi terhadap diri sendiri dilakukan dengan selalu menghindari kontak dengan penderita yang demam dan batuk, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin dan menjaga kondisi tubuh sebaik-baiknya dengan tidur cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan selalu aktif bergerak dan olahraga.
D.    Pengobatan
Meskipun telah lama ditemukan vaksin untuk mencegah penularan virus influenza, namun vaksin untuk virus flu babi (H1N1) sampai saat ini belum ada. Saat ini beberapa laboratorium pemerintah yang dibiayai oleh WHO sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin virus flu babi.
Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Flu babi adalah penyakit alat pernapasan yang seng kali secara enzootic/endemic kejadian penyakit dalam periode tertentu pada suatu daerah yang sering kali terjadi pada kasus penyakit dalam jumlah yang selalu relative sama dan biasa terjadi. Namun demikian kasus flu babi yang terjadi pada manusia saat ini sudah bersifat pandemic (penyakit sudah tersebar ke mancanegara). Menurut situs Center for Control and Prefention (CDC) AS, normalnya virus flu babi hanya berjangkit pada babi dengan kematian rendah. Namun secara sporadic terjadi infeksi pada manusia.
B.     Saran
Adapun yang dapat penulis sarankan yaitu: melihat dari data-data dalam melakukan Asuhan Keperawatan sebagai berikut:
            a.       Lakukan tindakan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien.
            b.      Berikan therapy yang sesuai dengan rasional dan kebutuhannya.
            c.       Dokumentaskan setiap tindakan yang diberikan kepada pasien agar  dapat menjadi bukti 
                   sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat.
DAFTAR PUSTAKA
Abdi Susanto, flu babi, PT Grasindo, anggota Ikapi, Jakarta 2009.

Marilynn E. doenges, Mary Frances Moorhouse, Alice C. Geissler, Rencana Asuhan Keperawatan, Penerbit Buku Kedokteran, edisi 3.