Pages

Friday, October 10, 2014

INFEKSI SALURAN KEMIH



BAB I
PENDAHULUAN 
A.    Latar Belakang
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi sepanjang saluran kemih, termasuk ginjal itu sendiri akibat proliferasi suatu mikroorganisme. Untuk menyatakan adanya infeksi saluran kemih harus ditemukan bakteri di dalam urin. Suatu infeksi dapat dikaran jika terdapat 100.000 atau lebih bakteri/ml urin. Namun, jika hanya terdapat 10.000 atay kurang bakteri/ml urin, hal itu menunjukkan bahwa adanya kontaminasi bakteri.
Prevelensi penyakit saluran kemih (ISK) antara usia 15-60 tahun jauh lebih banyak. Wanita menderita ISK bagian bawah dengan perbandingan kurang lebih dua kali sekitar pubertas dan lebih dari 10 kali pada usia 60 tahun.
B.     Tujuan
Dengan adanya makalah ini diharapkan siswa dapat lebih mengerti dan memahami tentang infeksi saluran kemih (ISK) atau yang disebut dengan uretra traktus infection (UTI).
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang serius mengenai jutaan populasi manusia setiap tahunnya. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah jenis infeksi yang kedua paling banyak ditemukan setelah infeksi saluran pernafasan.
Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk mengatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, Ardaya, Suwanto, 2001).
Infeksi saluran kemih adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktis urinarius, dengan atau tanpa disertai tanda dan gejala (Brunner & Suddarth, 2002).
Infeksi saluran kemih adalah suatu infeksi yang melibatkan ginjal, ureter, buli-buli, ataupun uretra. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme (MO) dalam urin (Sukandar, E., 2004).
B.     Macam- macam Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Jenis Infeksi Saluran Kemih, antara lain:
            1.      Kandung kemih (sistitis)
            2.      uretra (uretritis)
            3.      prostat (prostatitis)
            4.      ginjal (pielonefritis)
C.    Etiologi
Biasanya bakteri enteric, terutama Escherichia coli pada wanita. Gejala bervariasi tergantung dari variasi jenis bakteri tersebut. Pada pria dan pasien di rumah sakit, 30 – 40% disebabkan proteus, stapilokok, dan bahkan pseudomonas. Bila ditemukan, kemungkinan besar terdapat kelainan salauran kemih. Namun harus dip[erhitungkan kemungkinan kontaminasi jika ditemukan lebih dari satu organisme. Selain itu terdapat factor-faktor predisposisi yang mempermudah terjadinya ISK yaitu :
           1.      Bendungan aliran urin : anomaly congenital, batu saluran kemih, oklusi ureter (sebagian atau 
                  total).
           2.      Refluks Vesikoureter
           3.      Urin sisa dalam buli-buli karena hipertropi prostate
           4.      Penyakit metabolic (diabetes, gout, batu)
           5.      Peralatan kedokteran (terutama kateter tinggal)
           6.      Kehamilan
           7.      Jenis kelamin
           8.      Penyalahgunaan analgesic secara kronik
           9.      Penyakit ginjal
           10.  Personal Hygiene
D.    Pengobatan
            1.      Terapi antibiotik untuk membunuh bakteri gram positif maupun gram negatif.
            2.      Amoxicillin 20-40 mg/kg/hari dalam 3 dosis.
            3.      Co-trimoxazole atau trimethoprim 6-12 mg trimethoprim/kg/hari dalam 2 dosis.
            4.      Cephalosporin seperti cefixime atau cephalexin.
            5.      Co-amoxiclav digunakan pada ISK dengan bakteri yang resisten terhadap cotrimoxazole.
           6.      Obat-obatan seperti asam nalidiksat atau nitrofurantoin tidak digunakan pada anak-anak  yang 
                 dikhawatirkan mengalami keterlibatan ginjal pada ISK.
          7.      Apabila pielonefritis kroniknya disebabkan oleh obstruksi atau refluks, maka diperlukan 
                penatalaksanaan spesifik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
         8.      Dianjurkan untuk sering min0um dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme 
               yang mungkin naik ke uretra, untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang untuk 
               menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri feces.
E.     Patofisiologi
Infeksi saluran kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui: kontak langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen.
Ada dua jalur utama terjadi ISK yaitu :
1.       Secara asending :
Masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih, antara lain : faktor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek dari pada laki- laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, faktor tekanan urin saat miksi, kontaminasi fekal, Pemasangan alat kedalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi.
2.       Secara hematogen :
Sering terjadi pada pasien yang sistem imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara Hematogen. Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu adanya bendungan total urin yang yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan. 
F.     Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih
  1. Beberapa hal paling penting untuk mencegah infeksi saluran kencing, infeksi kandung kemih, dan infeksi ginjal adalah menjaga kebersihan diri , bila setelah buang air besar atau air kecil bersihkan dengan cara membersihkan dari depan kebelakang, dan mencuci kulit di sekitar dan antara rektum dan vagina setiap hari. Mencuci sebelum dan sesudah berhubungan seksual juga dapat menurunkan resiko seorang wanita dari ISK.
  2. Minum banyak cairan (air) setiap hari akan membantu pengeluaran bakteri melalui sistem urine.
  3. Mengosongkan kandung kemih segera setelah terjadi dorongan untuk buang air kecil juga bisa membantu mengurangi risiko infeksi kandung kemih atau ISK.
  4. Buang air kecil sebelum dan setelah melakukan hubungan seks dapat flush setiap bakteri yang mungkin masuk ke uretra selama hubungan seksual.
  5. Vitamin C membuat urin asam dan membantu mengurangi jumlah bakteri berbahaya dalam sistem saluran kemih.
  6. Hindari pemakaian selana dalam yang dapat membuat keadaan lembab dan berpotensi berkembang biaknya bakteri. Hindari sandal jepit
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang serius mengenai jutaan populasi manusia setiap tahunnya. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah jenis infeksi yang kedua paling banyak ditemukan setelah infeksi saluran pernafasan.
Infeksi saluran kemih adalah suatu infeksi yang melibatkan ginjal, ureter, buli-buli, ataupun uretra. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme (MO) dalam urin (Sukandar, E., 2004).
B.     Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak, terutama penulis. Mohon kritiik dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah ini dilain kesempatan. 
DAFTAR PUSTAKA
http://boulluwellwinda.blogspot.com/2013/04/infeksi-saluran-kencing-pada-kehamilan.html